MAKASSAR, KOMPAS.com - China Electric Power Equipment and Energy Co Ltd sepakat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air berkapasitas 2x50 megawatt di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Proyek senilai 100 juta dollar AS itu akan memperkuat sektor kelistrikan di Sulsel yang pada saat beban puncak hanya memiliki cadangan kurang dari 10 persen dari total kapasitas 600 megawatt.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Selasa (25/1/2011), mengatakan, kesepakatan terjadi setelah pihak investor bersedia mengerjakan proyek mulai bulan Maret mendatang. Mulai tahun ini, Pemerintah Provinsi Sulsel mengeluarkan kebijakan untuk membatasi waktu kajian teknis dan survei lapangan bagi investor asing maupun dalam negeri yang ingin berinvestasi di bidang kelistrikan.
"Saya ingin investor lebih serius mengembangkan jaringan listrik di Sulsel. Selama ini banyak diantara mereka yang hanya sekadar survei lapangan dan mengkaji potensi lokasi," tutur Syahrul.
Chief Executive Officer China Electric Power and Energy Co Ltd, Lei Xianzhang, menuturkan, survei dan kajian teknis bisa dilakukan dalam waktu sebulan karena Sungai Mata Allo di Kecamatan Anggeraja, Enrekang, berpotensi menghasilkan daya listrik hingga 200 megawatt (MW).
"Dalam waktu dekat kami akan memboyong tim teknis dari China untuk bekerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)," ungkap Lei. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) tersebut diharapkan sudah beroperasi pada awal tahun 2012. Kondisi kelistrikan di Sulsel diharapkan semakin membaik mengingat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x100 MW yang dibangun PT Bosowa Energy di Kabupaten Jeneponto selesai tahun ini.
Rp 3 triliun
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPMD) Sulsel, Irman Yasin Limpo mengemukakan, nilai investasi yang telah tertanam di Sulsel selama bulan Januari 2011 mencapai Rp 3 triliun. Nilai investasi tersebut berasal dari sejumlah sektor, seperti pertambangan dan energi, perikanan, pertanian, serta tempat rekreasi.
Irman menambahkan, pekan lalu dua investor sepakat menanamkan investasi pada sektor yang berbeda. Shrimp Guard Japan Co Ltd, perusahaan Jepang yang bergerak di bidang ekspor-impor udang windu, berinvestasi pada pengembangan udang windu di Kabupaten Bantaeng.
Adapun PT Bayu Buana Gemilang, perusahaan asal Jakarta yang bergerak di sektor distribusi gas, sepakat membangun pipanisasi gas dari Sengkang, Kabupaten Wajo, hingga ke Kota Makassar.
"Proyek pembangunan pipa gas sepanjang 200 kilometer itu menelan biaya hingga Rp 1,2 triliun. Ada juga investor yang akan mengembangkan energi dan bio ethanol di Kabupaten Luwu Timur dengan nilai investasi mencapai 40 juta dollar AS," ujar Irman.
BKPM Sulsel mencatat, nilai investasi penanaman modal asing (PMA) di Sulsel sepanjang tahun 2010 mencapai 439,7 juta dollar AS naik 3,6 persen dari tahun sebelumnya. Adapun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Sulsel tahun lalu mencapai Rp 1,059 triliun, naik 2,8 persen dari tahun 2009.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang